Tampilkan postingan dengan label PDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PDA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 September 2010

How To Update Adobe Flash on Nokia 5800


To improve the flash quality on your Nokia 5800 phone, you need to update it. Just go to menu > applications > app, and find the Adobe Flash Lite 3.1. With this feature, there are optimized features for web browsing experience more than 90% of the top 500 internet sites. It also has flash 9 support (AS2 only), Local Connection or HTML Text or GetURL_target or CSS support or wmode, H.264 support or improved video support and much more. Don’t forget to back-up your data first before updating to Adobe Flash Lite 3.1.

How to Upgrade Samsung Galaxy S to Android 2.2 Froyo

Smartphone users are always curious about new firmware release for their device because it comes with various bug fixes and new features. These are not always released simultaneously for all regions by the manufacturers so there are ways to accomplish it. We will see how to upgrade Samsung Galaxy S i9000 firmware using Odin Flash tool.

Not just Custom ROMs but officially leaked builds can be used to upgrade Samsung Galaxy S Firmware. First method is using Samsung Kies which can be used only for officially released Firmwares. Here we will, learn to flash Samsung Galaxy S i9000 with either leaked, custom ROM or Official release.

Requirements

Unlocked Samsung Galaxy S i9000
  • Latest Samsung Kies or Device drivers installed.
  • ODIN 3 version 1.0 (flash program)
  • Upgrade Firmware upgrade File (.tar) can be downloaded from Samsung-Firmware
  • PIT file (the boot file of the phone generally called 512.pit) which will be included in upgrade file.
  • USB cable
Procedure
  1. Remove the battery, SIM card and MicroSD card from your phone
  2. Reinsert the battery
  3. Push the Home + Volume Down buttons and press the Power On button
  4. After the download screen appears, open Odin 3 v1.0 (preferably “Run as Administrator”)
  5. Browse the PIT file from extracted firmware upgrade, Press on the PIT button and load the “s1_odin_20100512.pit” file.
  6. In PDA, browse the TAR file which is the main file requirement, Press on the PDA button and load the “I9000XXJP2-REV03-PDA-CL464213.tar” inside the I9000XXJP2 RAR file.
  7. Click on the PHONE button and load the “MODEM_I9000XXJP2.tar”inside the I9000XXJP2
  8. RAR file.
  9. Optionally if there is any file with CSC in it, browse and select it, Click on the CSC button and load the “GT-I9000-CSC-MULTI-OXAJP2.tar”inside the I9000XXJP2 RAR file.
  10. Click on the “Re-Partition” checkbox
  11. Switch off Phone and remove SD Card (if any) and SIM.
  12. Connect with USB, With a USB cable, connect your Galaxy S to your PC
  13. Set USB Debugging On (System > Applications > Development > USB Debugging.)
  14. Hold Volume down + Home Key + Power button till the phone boots in “Download mode”.
  15. Press on the Start button in Odin and soon, your Galaxy S will be upgraded to Android 2.2 Froyo, press Start button on Odin program window after it detects ID:COM
  16. Phone will reboot again and whoa! your Phone is flashed with latest firmware.

Disclaimer
Take Backup of Contacts, Messages and Calender events and Apps before proceeding as it will erase all data in ROM.
I have flashed my Samsung Galaxy S i9000 with official leaked ROM using the following procedure and it worked fine on Windows 7.
We are not responsible if you accidentally brick your phone.

Odin 3 v1.0
S1_ODIN_20100512.pit
i9000XXJP2

Note : *password: samsung-firmwares.com
Enjoy!

Minggu, 26 Maret 2006

PDA (Personal Digital Assistants)

Apa itu PDA (Personal Digital Assistant)?
PDA adalah sebuah komputer seukuran telapak tangan yang dapat digunakan untuk menyimpan, meng-akses dan meng-organize informasi. Beberapa PDA bekerja dengan menggunakan sistem operasi berbasis Windows atau juga sistem operasi Palm. Biasanya PDA juga dilengkapai dengan virtual keyboard pada layarnya dan juga dapat menggunakan keyboard tambahan yang dipasang ke PDA agar proses input menjadi lebih cepat. Proses memasukkan data yang paling umum pada PDA adalah lewat Stylus Pen yang disertakan bersama PDA tersebut, sehinga kita dapat memasukkan huruf dengan menuliskannya pada permukaan layar PDA dengan menggunakan software Grafitti.


PDA memiliki program standar yang dapat digunakan untuk: menyimpan alamat dan nomor telepon, mengatur jadwal kegiatan, kalender dan menyimpan catatan. Bahkan PDA yang lebih canggih memiliki program pengolah kata, spreadsheet, pengatur keuangan, games, memainkan file MP3, memutar klip video, membaca electronic book (eBook), bahkan mengakses email dan browsing Internet pun dapat dilakukan lewat PDA. Beberapa PDA sudah dilengkapi software-software tersebut, tapi ada juga software yang harus kita beli atau kita download untuk menambahkan kemampuan PDA kita. Ada juga PDA yang mengharuskan kita menambahkan hardware tertentu agar fungsi PDA menjadi lebih banyak lagi, seperti kamera digital, ponsel dan GPS (Global Positioning Systems). PDA juga dapat saling bertukar data dan/atau informasi dengan komputer desktop atau komputer laptop juga dengan PDA itu sendiri, untuk melakukan hal tersebut beberapa mengharuskan kita menggunakan hardware dan software tambahan tapi umumnya semua PDA menyediakan software dan hardware untuk proses sinkronisasi tersebut dalam bundelnya.

Akses Email dan Internet dari PDA
Beberapa PDA dapat digunakan untuk mengambil data e-mail dan mengakses Internet dari PC desktop atau laptop komputer. Kita bisa menulis e-mail pada PDA untuk selanjutnya dikirim melalui komputer yang telah memiliki akses e-mail. Beberapa PDA telah dilengkapi software untuk mengases e-mail dan Internet tapi ada juga PDA yang mengharuskan kita membeli software untuk keperluan tersebut.


Beberapa PDA juga dapat mengakses e-mail dan Internet dengan sambungan telepon biasa, tapi untuk hal ini kita membutuhkan modem khusus, tapi ada juga PDA yang telah dilengkapi dengan wireless modem (modem tanpa kabel) yang dapat dipasangkan ke handphone dan selanjutnya kita gunakan untuk mengakses e-mail dan Internet. Tapi ada juga PDA yang langsung bisa digunakan untuk mengakses e-mail dan Internet tanpa bantuan hardware lain karena didalamnya telaph dilengkapi modem, sehingga kita tidak repot membeli software dan hardware tambahan.

Untuk akses e-mail atau Internet tanpa kabel ini, kita diharuskan mendaftar ke provider (penyedia jasa) yang dapat menyediakan fasilitas e-mail dan Internet tanpa kabel, dan selanjutnya kita akan dikenakan biaya abodemen, biaya koneksi permenit atau perjam atau tergantung dari kebijakan dari provider yang kita pilih. Beberapa PDA mengharuskan kita untuk mendaftar ke provider tertentu untuk itu periksalah sebelum kita membeli sebuah PDA.

Kualitas dari Akses E-Mail dan Internet
Umumnya, mengases Internet dan e-mail lewat PDA lebih lambat dibandingkan dengan lewat komputer. Untuk itu ada beberapa PDA yang membatasi akses ke situs tertentu yang telah ditentukan. Beberapa fitur Internet yang dapat ditampilkan pada komputer biasa mungkin tidak dapat ditampilkan pada PDA. Seperti contoh, bermain games lewat Internet, melihat situs multimedia yang memiliki fitur video dan audio. Karena, beberapa PDA belum mendukung RealPlayer dan Quicktime, tapi dalam waktu dekat ini beberapa produsen mulai mengembangkan ke arah ini.


Beberapa PDA menyediakan akses terbatas pada e-mail, karena tidak semua PDA dapat menerima atau mengirim attachment e-mail (file yang disertakan pada e-mail) tanpa bantuan software tambahan khusus.

Konektifitas terhadap Komputer Desktop dan Laptop
Umumnya, PDA dibundel denga kabel atau docking station untuk mengkoneksikan PDA dengan desktop atau laptop komputer. Koneksi ini digunakan untuk men-sinkronisasi atau meng-update data/file dari komputer yang kita miliki ke PDA, seperti kalender, buku alamat, dan daftar kegiatan. Beberapa PDA juga menyediakan sinkronisasi terhadap program pengolah kata atau spreadsheet, sama seperti kita mensinkronisasi data e-mail, juga dapat meng-copy alamat situs serta halaman web untuk dibaca secara off-line pada PDA.


Tampilan Layar
Beberapa PDA memiliki layar hitam-putih (gray-scale display), sementara ada juga PDA yang memiliki layar berwarna dengan kemapuan menampilkan warna dari 256 sampai 64,000 warna. Ukuran layar juga bervariasi, semakin besar ukuran layar semakin banyak baris yang ditampilkan.


Tampilan layar PDA memiliki dua jenis, active matrix atau passive matrix. Active matrix display umumnya lebih mudah dilihat, lebih responsif, lebih cepat dan dapat dilihat dari semua sudut, sementara layar pasive matrix tidak dapat dilihat dari berbagai sudut tapi menggunakan lebih sedikit tenaga batre. Beberapa layar PDA dapat dilihat dengan kondisi pencahayaan berbeda-beda ada yang bisa dilihat dihampir semua kondisi pencahayaan, di luar ruangan maupun dalam ruangan. PDA dengan layar berwarna bahkan memiliki pengaturan agar dapat dilihat dihampir semua kondisi pencahayaan dan memiliki fasilitas untuk mematikkan fungsi backlight layar secara otomatis agar penggunaan batre menjadi lebih efisien.

Batre
Beberapa PDA menggunakan batre permanen yang dapat diisi ulang, sementara ada juga PDA yang menggunakan batre isi ulang yang dapat diganti-ganti atau PDA yang menggunakan batre biasa. Lamanya pemakaian tenaga dan waktu isi ulang batre bervariasi tergantung dari PDA itu sendiri. Kita juga dapat menggunakan PDA sementara batre-nya sedang diisi ulang.


Memory
Saat ini dipasaran, PDA telah dipasangi memory mulai dari 2MB sampai 64 MB. Umumnya 2MB memroy sudah cukup untuk menyimpan daftar alamat, kalender, jadwal kegiatan dan catatan. Lebih banyak memory yang dimiliki oleh sebuah PDA memungkinkan kita dapat mebuka atau menjalankan file yang lebih besar seperti foto digital, merekam suara atau menjalankan aplikasi program yang besar. Anda juga dapat menambahkan jumlah memory melalui kartu memory yang dapat dimasukkan kedalam PDA.


Ukuran dan Berat
Saat ini, PDA memiliki berat dan ketebalan yang bervariasi, ada yang memiliki ketebalan menyamai 10 kartu nama, berat 1,4 ons dengan ukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. PDA yang lebih kecil biasanya hanya memiliki program standar seperti penyimpan buku alamat, nomor telepon, kalender, membuat daftar kegiatan dan alarm. Hardware Tambahan, seperti; kamera digital, modem, cradles dan pegisi ulang batre membuat PDA kelihatan lebih besar dan lebih berat.


Proses Input Data
Untuk memasukkan data, kita biasanya menggunakan stylus yang mirip sekali dengan balpoint biasa yang disertakan bersama PDA. Lewat stylus kita dapat memilih huruf-huruf atau menu pada layarnya dengan menekankan ujungnya kepermukaan layar PDA yang menampilkan huruf atau menu yang ada. Stylus berfungsi seperti mouse pada komputer. Atau kita juga dapat menulis pada permukaan layar dengan aturan tertentu, untuk itu kita diharuskan untuk menyesuaikan dulu agar proses pemasukkan data dengan cara ini menjadi lebih cepat dan akurat. Ada juga PDA yang memiliki keyboard yang telah terpasang dan untuk PDA yang lebih kecil menggunakan keyboard tambahan yang dapat dipasang dan dilepas.


Beberapa PDA memiliki fasilitas untuk merekam suara atau sering disebut dengan Voice Memo, sementara yang lain membutuhkan hardware tambahan untuk melakukan hal ini.

Kompatibilitas
Beberapa PDA dapat di-upgrade (ditingkatkan kemampuannya). Anda dapat menambahkan software/program aplikasi dengan cara mengambil dari Internet atau sumber lain, dan ada beberapa PDA yang menawarkan lebih banyak program aplikasi dibanding dengan PDA lain. Seperti macam-macam games. Kita juga diperbolehkan untuk menambahkan memory atau menambah media penyimpanan lain, serta menghubungkan ke monitor, ke jaringan, atau ke modem. Printer dan Keyboard tambahan juga dapat dipasang ke PDA, beberapa PDA juga menyediakan colokkan standar untuk headphones.


Harga
harga PDA sangat beragam, mulai dari $100 sampai $600 atau lebih. Umumnya PDA yang berharga mahal menawarkan fitur dan fungsi yang lebih banyak daripada PDA yang berharga murah. Tapi saat ini beberapa produsen PDA sudah mulai menurunkan harganya sementara kemampuan dan fasilitas yang ada lebih banyak.